EYESHIELD 21 YA_____HA !
Dongeng Ditubuh anak-anak
Satu kutipan yang aku ambil dari seseorang tentang "dongeng ditubuh anak-anak"
Hakikat manusia adalah tidak pernah dewasa, sungguh – kau meyakinkanku. Ketika hujan menggandeng lonceng di pura-pu...
Kau tahu, kenapa air hujan boleh dipakai berwudhu? Sebab ia mengandung kisah-kisah langit, kisah-kisah samawi. Menjadi sajak panjang di telapak tangan anak-anak. Dan tubuhmu adalah halaman-halaman yang hilang, yang menggenapi lubang-lubang rumpang dongengan. Tugas anak-anak lebih menyerupai kewajiban para malaikat; mengumandangkan kesucian di antara geligi geripis dirajah kembang gula, nyanyian puji-pujian yang syairnya telah dilupakan para rahib dan tabib. Mantra purba bukan “abracadabra”, melainkan “lalalalala.” Kau lari lagi ke palagan hujan yang lebih legah. Sebab anak-anak belum terlampau fasih bicara, tubuhnya lincah bersabda: Mari hujan-hujan! Mari hujan-hujanan!
Kulit dan rambutmu harum hujan, dan gerimis membaca kembali aksara ditubuhmu, sebelum reda: Ibu adalah contoh sempurna dari relik-relik bahasa surga. Ketika hujan reda, ibu menyuruhmu mandi kembali di perigi. Air hujan punya sihir, punya madat. Lalu sampoo membuat bunga-bunga juga mekar di capit-capit kepiting. Ibu mengeringkan tubuhmu dengan handuk, sambil menyanyi Kinanti,
“Hati-hati, bu. Jangan sampai
dongeng-dongeng di tubuhku ikut tersusut…”
Jangan lihat tulisan tersebut dari sudut pandang yang salah karna boleh jadi kita berfikir negatif bagaimana tulisan tersebut berbicara tentang para dewi , tentang surga , tentang mantra .
Tapi lihatlah tiap bait positif yang terkandung disana .
Kita tidak pernah dewasa yang ada hanya dongeng-dongeng yang terkikis habis dari tiap jengkal tubuh kita .
Hanya kita yang tau bagaimana mengembalikan yang sudah terkikis, mungkin kita dapat bertukar kisah dengan teman kita , tentang dongeng kehidupan meski tak selamanya indah.
Bagaimana Kebijaksanaan disampaikan
Mari Menari Bersamaku
Halo , kemarilah menari bersamaku ,
meski
darah yang mengalir dinadi kita berbeda tapi kita punya banyak hal yang
harus dilakukan bersama , kemarilah , menari bersamaku ,
dibawah hujan
dengan sejuta harapan yang berjatuhan satu per satu .
Kemarilah..
Menarilah bersamaku sebelum aku mati dengan pisaumu , sebelum darahku
berceceran dihadapanmu.
kemarilah.. Menari bersamaku , dalam hening dan
sunyi tiada akhir .
Kau yang ciptakan bukan aku. Kau yg bertanggung jawab atas semua ini.
Tentang Hujan dan Kita
Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan,
seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan.
seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun.
cerita ini sudah berada ditempat yang seharusnya, diruang hatimu dan hatiku.
Namun, mengapa resah justru yang merajai kita?
padahal, katanya cinta sanggup menjaga.
aku ingin kau tahu, diam-diam,
aku slalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan:
aku ingin hari depanku selalu bersamamu.
aku mencintaimu. selalu.
dan, mereka tak perlu tahu...
i will give you pearls of rain.
-dikutip dari Novel Hujan punya cerita tentang kita
karya Yoana Dianika.





